Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dentuman Misterius Gegerkan Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan Indonesia, BMKG Minta Warga Waspada

Rabu, 09 September 2026 | 10:41 WIB
  • author Binti Mufarida
Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan Indonesia, BMKG Minta Warga Waspada
Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Warga pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi melanda sejumlah perairan Indonesia pada 9-12 September 2026.

Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi pola angin yang cukup kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG mencatat angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-20 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Bali, dan Laut Sumbawa," tulis BMKG dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Gelombang 1,25-2,5 Meter Mengintai Sejumlah Perairan

Kondisi angin tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang. BMKG memperkirakan gelombang 1,25-2,5 meterberpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, serta Laut Jawa bagian barat, tengah dan timur.

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Selat Makassar bagian utara, tengah dan selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Seram, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Selatan Indonesia

Ancaman lebih serius berada di sejumlah perairan yang berpotensi mengalami gelombang 2,5-4 meter.

Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas.

BMKG Rinci Batas Aman untuk Kapal

BMKG juga memberikan batas kondisi yang perlu diwaspadai berdasarkan jenis transportasi laut.

Untuk perahu nelayan, kondisi berbahaya terjadi ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang perlu mewaspadai angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter. Untuk kapal feri, kondisi yang perlu diwaspadai adalah kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu mengantisipasi angin lebih dari 27 knot serta gelombang di atas 4 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tulis BMKG.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut