Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Nanik S Deyang
Advertisement . Scroll to see content

Rocky Gerung Ungkap Pesan Prabowo Usai Dilantik Jadi Wantimpres: Bukan Urusan Teknis

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:46 WIB
  • author Tim iNews
Rocky Gerung Ungkap Pesan Prabowo Usai Dilantik Jadi Wantimpres: Bukan Urusan Teknis
Anggota Wantimpres, Rocky Gerung. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Rocky Gerung mengungkap pesan khusus Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Rocky mengatakan, Prabowo menekankan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Artinya, anggota Wantimpres tidak bertugas menangani persoalan teknis pemerintahan sehari-hari, melainkan memberikan pertimbangan terhadap arah dan dampak kebijakan pemerintah.

"Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis," kata Rocky usai pelantikan.

Menurut Rocky, kedudukan etis tersebut menuntut anggota Wantimpres mampu melihat dampak atau ekses dari setiap kebijakan. Pertimbangan yang diberikan kemudian diarahkan agar kebijakan pemerintah tetap sejalan dengan visi Presiden.

"Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden. Itu fungsi normatif dari dewan," ujarnya.

Rocky menambahkan, Wantimpres juga memiliki fungsi politik, termasuk memantau perkembangan situasi politik dan kebudayaan. Setiap anggota, kata dia, memiliki tanggung jawab etis secara pribadi dalam memberikan pandangan.

"Jadi, semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota. Bukan tanggung jawab kelompok, tanggung jawab etis," tuturnya.

Rocky: Wantimpres Harus Kritis terhadap Kebijakan

Rocky juga menegaskan bahwa Wantimpres bukan lembaga yang sekadar memberikan respons terhadap persoalan teknis pemerintahan sehari-hari. Menurut dia, anggota dewan perlu mengambil jarak dari berbagai peristiwa agar dapat melakukan evaluasi dan melihat persoalan secara lebih mendalam.

"Jadi, Dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian, diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik," katanya.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut