TEHERAN, iNewsBalikpapan.id - Demo besar-besaran yang berlangsung di Iran semakin parah pada Kamis (8/1/2026). Pemerintah Iran dilaporkan merespons unjuk rasa dengan melepaskan tembakan. Seorang dokter di Teheran kepada TIME, dikutip Sabtu (10/1/2026), mengungkapkan enam rumah sakit mencatat korban tewas mencapai 217 orang. Menurut dia, sebagian besar korban meninggal akibat peluru tajam.
Dokter tersebut mengatakan pihak berwenang telah memindahkan jenazah para korban dari rumah sakit pada Jumat (9/1/2026). Sebagian besar korban tewas adalah anak muda, termasuk beberapa orang yang tewas di dekat kantor polisi Teheran utara.
Saat itu, pasukan keamanan dilaporkan memberondong para demonstran dengan tembakan senapan mesin. Aktivis melaporkan setidaknya 30 orang tertembak dalam insiden tersebut.
Jumlah kematian tersebut, jika terkonfirmasi, sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Iran bahkan baru-baru ini memutus koneksi internet dan telepon nasional sejak Kamis malam.
Demonstrasi yang kini berlangsung di 31 provinsi tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap perekonomian yang sedang merosot. Tuntutan meluas hingga mendesak penggulingan rezim yang tel
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
