Presiden mencontohkan sejumlah kota, termasuk Balikpapan dan Banjarmasin, yang dinilai kehilangan karakter karena dipenuhi alat peraga iklan. Ia juga menyinggung kabel listrik yang menjuntai semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Meski demikian, Prabowo menekankan agar penertiban dilakukan secara persuasif dengan melibatkan pelaku usaha, seperti Kadin dan HIPMI, untuk mencari solusi penataan reklame yang lebih tertib tanpa pendekatan represif.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
