Ia menjelaskan, kondisi sistem kelistrikan yang dinamis membutuhkan pengelolaan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Karena itu, PLN terus mencermati kondisi pembangkit dan jaringan serta melakukan penyesuaian operasi berdasarkan perkembangan sistem.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh upaya yang dapat dilakukan terus berjalan secara optimal. Tim di lapangan terus bekerja, baik dalam proses pemeliharaan maupun pengelolaan sistem, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan proses penanganan yang terukur,” tambah Chaliq.
PLN juga terus melakukan koordinasi lintas unit dan dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung proses pemulihan fasilitas pembangkit yang sedang dalam penanganan. Setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi teknis dan kesiapan peralatan agar proses dapat berlangsung secara aman dan optimal.
Di sisi lain, PLN mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pengelolaan penggunaan listrik, khususnya pada periode beban puncak pukul 18.00–21.00 WITA. Masyarakat dapat membantu dengan menggunakan listrik secara bijak, seperti mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 24–26°C, serta menyesuaikan penggunaan peralatan listrik dengan kebutuhan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat selama proses penanganan berlangsung. Penggunaan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak, menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan bersama,” tutur Chaliq.
PLN UID Kaltimra akan terus melakukan pemantauan kondisi sistem, menjalankan langkah operasional yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendukung proses pemulihan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga pelayanan kelistrikan bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
