Namun, upaya pemadaman sempat terkendala pasokan sumber air. Petugas pemadam dan relawan sempat kehabisan air dan sulit mendapatkan air bersih.
Selain itu, Disdamkarmatan juga kekurangan armada lantaran di saat bersamaan sejumlah unit tengah dikerahkan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sangasanga serta Kota Bangun.
"Kami sempat kehabisan air dan sulit mencari sumber air di tengah kemarau. Kami minta maaf tidak bisa maksimal di tengah keterbatasan saat ini," ujarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian setelah armada dari Loa Kulu, Sangasanga dan Kota Bangun tiba di lokasi membantu 10 armada yang sudah lebih dulu dikerahkan.
Pemadaman juga dibantu unit water canon dari Polres Kukar dan PDAM. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja sejumlah warga dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar ringan dan shock.
Sementara kerugian materil ditaksir mencapai belasan miliar rupiah. "Kebakaran ini menjadi bahan evaluasi karena lokasi kejadian memang masuk kategori rawan. Untuk penyebab kebakaran sendiri, kita serahkan penyelidikannya ke kepolisian," tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
