Untuk mempercepat penanganan, PLN mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit dalam pembangunan Emergency Restoration System (ERS) sebagai infrastruktur transmisi sementara. Hingga saat ini, dua tower ERS telah berhasil didirikan dan pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan instalasi serta perlengkapan pendukung sebelum jaringan dapat kembali dioperasikan.
“Di Berau, lebih dari 100 personel gabungan terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi. Dua tower darurat kini telah berdiri dan pekerjaan memasuki tahapan lanjutan. Seluruh proses terus kami percepat dengan tetap memastikan kesiapan teknis dan keselamatan kerja agar jaringan dapat segera kembali berfungsi,” jelas Chaliq.
Chaliq menegaskan bahwa penguatan pasokan melalui pembangkit sewa, percepatan pemulihan pembangkit eksisting, dan perbaikan jaringan transmisi merupakan langkah yang terus dijalankan secara bersamaan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Kalimantan.
Meski berbagai upaya menunjukkan perkembangan positif, PLN menyadari bahwa kondisi pasokan listrik di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, pengaturan operasi secara terukur masih diperlukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara ketersediaan daya dan kebutuhan listrik, khususnya pada periode beban puncak.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memengaruhi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Seluruh tim terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik yang optimal,” tambah Chaliq.
PLN berkomitmen melanjutkan seluruh upaya pemulihan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan, keamanan sistem, dan kepentingan pelanggan. Perkembangan kondisi kelistrikan akan terus dievaluasi dan diinformasikan kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi PLN.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
