Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pertamina Sanksi 160 SPBU di Kalimantan, Pelanggaran QR Code hingga BBM Subsidi Terungkap
Advertisement . Scroll to see content

Kodam VI Mulawarman Benarkan Calon Manager Kopdes Asal Lamongan Meninggal Dunia di Balikpapan

Rabu, 24 Juni 2026 | 14:07 WIB
  • author Mukmin Azis
Kodam VI Mulawarman Benarkan Calon Manager Kopdes Asal Lamongan Meninggal Dunia di Balikpapan
Salah satu peserta Diklat SPPI asal Lamongan, Anisa Muyassaroh meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: Dok. Pendam VI/Mulawarman)

BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – Kodam VI/Mulawarman membenarkan kabar meninggalnya salah satu peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Peserta yang meninggal dunia diketahui bernama Anisa Muyassaroh (26), delegasi asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Calon Manager Kopdes Merah Putih itu mengikuti kegiatan pendidikan yang digelar di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman sejak 17 Juni 2026.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Gatot Teguh Waluyo, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan medis sesuai prosedur sejak Anisa mengeluhkan kondisi kesehatannya.

 ”Kodam VI/Mulawarman membantu prosesi pemulangan dan pendampingan almarhumah sampai ke rumah duka,” kata Gatot Teguh Waluyo dalam keterangan persnya.


Peserta Diklat SPPI asal Lamongan, Anisa Muyassaroh meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Menurutnya, peserta tersebut sempat menjalani pemeriksaan di lokasi kegiatan sebelum dibawa ke klinik milik Kodam untuk mendapatkan penanganan awal. Karena kondisinya tidak menunjukkan perbaikan, Anisa kemudian dirujuk ke rumah sakit TNI AD di Balikpapan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai standar yang berlaku, mulai dari pemeriksaan awal hingga rujukan ke rumah sakit," ujar Gatot.

Kapendam menegaskan, selama pelaksanaan Diklat SPPI tidak terdapat kegiatan fisik berat yang berpotensi membahayakan peserta. Kegiatan lebih banyak difokuskan pada proses pembelajaran di dalam kelas.

”Saya memastikan seluruh kegiatan sudah dijalankan sesuai prosedur. Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan sendiri, pendampingan melekat kepada peserta didik, baik dari pelatih, unsur pendukung, dan kesehatan,” ujar Gatot.

Selain itu, pendampingan terhadap peserta dilakukan secara melekat oleh pelatih maupun tim kesehatan yang bertugas selama program berlangsung.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut