Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bandar Narkoba Otak Pembunuhan 3 Polisi Ditangkap di Samarinda, Dihadiahi Timah Panas di Kaki
Advertisement . Scroll to see content

BREAKING NEWS, 1 Polisi Gugur 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan Kalteng

Kamis, 02 Juli 2026 | 17:37 WIB
  • author Puteranegara Batubara
BREAKING NEWS, 1 Polisi Gugur 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan Kalteng
Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, dinyatakan gugur saat menjalankan tugas. Foto: Ilustrasi

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Tragedi mencekam saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyisakan ketidakpastian. Selain mengakibatkan gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra yang ditembak oleh bandar narkoba, dua personel Satresnarkoba Polres Katingan lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang misterius pasca-insiden berdarah tersebut.

"Kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum diketahui keberadaannya," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Kamis (2/7/2026).

Eko mengungkapkan bahwa operasi pemberantasan narkotika ini dilangsungkan sejak Rabu 1 Juli 2026 malam hingga Kamis dini hari. Petugas bergerak setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di wilayah Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan kemudian mengarah kuat kepada seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO yang menjadi target operasi utama.

Guna membekuk target, sebanyak 12 personel diterjunkan ke lokasi dengan pembagian tugas menjadi dua kelompok. Tim pertama bertindak melakukan penangkapan langsung di kediaman target, sedangkan tim kedua bersiaga di perimeter lain sebagai unsur pendukung.

Walau proses penangkapan terhadap BIO awalnya berjalan sukses, situasi di lapangan mendadak berubah menjadi anarkis. Sejumlah orang di dalam rumah beserta warga sekitar melayangkan perlawanan sengit menggunakan parang. Berdasarkan laporan kepolisian, jumlah massa kian bertambah banyak dan menyerang para petugas secara membabi buta menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Landasan situasi yang semakin tidak terkendali membuat para personel terpaksa berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan penebalan pasukan. Beberapa anggota bahkan nekat berenang menyeberangi sungai dan berlindung di dalam kawasan hutan demi menghindari amukan massa yang beringas.

Nahas, seusai kerusuhan, Aipda Yudhie ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, keberadaan Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih terus dicari oleh tim gabungan di lapangan. Atas kejadian memilukan ini, pihak Bareskrim Polri menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh pada setiap operasi penindakan agar kesiapan personel bisa lebih maksimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," ujarnya.

Ia memastikan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus tersebut sampai tuntas.

"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," tutup Eko.

 

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut