Perjuangan 10 Jam Tembus Pedalaman, PLN Akhirnya Terangi 331 Rumah di Tanjung Nanga
Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah lebih dari lima bulan pembangunan.
PLN berhasil membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi dengan kapasitas total 300 kVA untuk melayani 331 pelanggan di Desa Tanjung Nanga.
Namun pekerjaan tidak berhenti setelah jaringan selesai dibangun.
Tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau memastikan setiap rumah dapat langsung menikmati listrik melalui proses penyambungan dan pemasangan kWh meter.
Pegawai PLN ULP Malinau, Izar Zuhdi, bersama tim bahkan menetap hampir sepekan di desa tersebut untuk melakukan pemeriksaan instalasi hingga penyambungan listrik ke seluruh rumah pelanggan.
"Bagi kami, tugas tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kami bertugas memastikan sebanyak 331 pelanggan dapat langsung menikmati listrik dengan aman. Karena itu kami mendampingi proses pemasangan hingga seluruh tahapan selesai," ujar Izar.
Menurutnya, pengalaman bertugas di Tanjung Nanga menjadi pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan rasa syukur masyarakat yang begitu besar atas hadirnya listrik.
Keberhasilan menghadirkan listrik ke Tanjung Nanga juga tidak lepas dari dukungan masyarakat.
Warga secara sukarela bergotong royong membersihkan jalur pembangunan jaringan agar proses pekerjaan dapat berjalan lebih cepat.
Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, mengatakan listrik merupakan impian yang telah lama dinantikan seluruh masyarakat.
"Kami sangat bersyukur karena akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Masyarakat ikut membantu selama proses pembangunan karena kami menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama. Hari ini kami dapat menikmati hasil dari kerja keras semua pihak," ujarnya.
Editor: Mukmin Azis