Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 13 Tapak Tower SUTT Melak–Kotabangun Resmi Bersertifikat, PLN Pastikan Legalitas Aset Aman
Advertisement . Scroll to see content

Ibu Muda Naik Tower di Sampit, Sempat Ancam Melompat sebelum Berhasil Dibujuk Warga

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB
  • author iNewsTV
Ibu Muda Naik Tower di Sampit, Sempat Ancam Melompat sebelum Berhasil Dibujuk Warga
Proses evakuasi ibu muda yang nekat memanjat tower pemancar TVRi di Samping, Kotawaringin Timur, berlangsung dramatis. (Foto: iNews)

SAMPIT, iNewsBalikpapan.id – Seorang ibu muda berinisial SA (39) membuat geger warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, setelah memanjat menara pemancar TVRI di Jalan Haji Imran, Jumat (7/8/2026) pagi. Wanita yang diduga mengalami tekanan psikologis itu sempat mengancam akan melompat dari ketinggian sekitar 10 meter.

Beruntung, aksi tersebut berhasil dicegah berkat upaya persuasif warga bersama Ketua RT yang melakukan negosiasi selama sekitar satu jam hingga akhirnya korban bersedia turun dengan selamat.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang pegawai transmisi TVRI usai melaksanakan salat Subuh. Saat hendak memulai aktivitas, dia melihat seorang wanita berada di atas menara pemancar.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat. Tak lama berselang, sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

Namun, situasi sempat memanas ketika warga mencoba mendekati area bawah tower. Korban yang terlihat dalam kondisi emosional justru mengancam akan melompat apabila ada orang yang mendekatinya.

"Saat kami mendekat, dia marah dan mengancam mau melompat. Akhirnya beberapa warga memberanikan diri ikut memanjat tower supaya bisa berkomunikasi lebih dekat dan membujuknya," ujar Ketua RT, Zulkifli.

Proses pembujukan berlangsung cukup menegangkan. Setelah sekitar satu jam berdialog, korban akhirnya luluh dan bersedia turun. Namun, dia mengajukan satu permintaan, yakni agar warga tidak merekam proses evakuasi menggunakan telepon genggam.

Permintaan tersebut dipenuhi demi menjaga kondisi psikologis korban. Untuk memastikan keselamatannya saat turun dari tower, warga memasangkan tali pengaman pada tubuh korban.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut