Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Bulan Buron, Bos Illegal Logging di Kalteng Akhirnya Ditangkap Saat Naik Motor
Advertisement . Scroll to see content

Konsesi Terbakar 531 Hektare, Kemenhut Bekukan Izin 3 Perusahaan Konsesi di Kaltim

Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB
  • author Mukmin Azis
Konsesi Terbakar 531 Hektare, Kemenhut Bekukan Izin 3 Perusahaan Konsesi di Kaltim
Kemenhut membekukan izin tiga perusahaan di Kabupaten Paser, Kaltim, termasuk konsesi yang terbakar hingga 531 hektare. (Foto: OIKN)

BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – Pemerintah tak lagi hanya memburu pelaku pembakaran lahan dari kalangan masyarakat. Tiga perusahaan pemegang konsesi di Kalimantan Timur (Kaltim) kini kena sanksi tegas setelah areal yang mereka kelola terbakar.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi membekukan izin usaha tiga perusahaan sekaligus memerintahkan pemulihan ekosistem di kawasan yang terdampak kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan korporasi wajib bertanggung jawab terhadap kawasan yang berada dalam konsesinya. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum akan dilanjutkan.

"Hari ini kami umumkan pembekuan izin usaha di Kaltim. Selain pembekuan izin, dilakukan paksaan pemulihan ekosistem. Jika ada indikasi pidana, akan diteruskan oleh Gakkum Kemenhut dan Polda Kaltim," tegas Raja Juli di kawasan Tahura Bukit Suharto, IKN, Senin (14/9/2026).

Tiga perusahaan yang dikenai sanksi yakni PT Puji Sampurna Lestari di Kabupaten Berau, PT Diva Perdana Pesona di Kabupaten Kutai Timur, dan PT Inhutani 1 Tanah Grogot di Kabupaten Paser.

Dari ketiganya, PT Inhutani 1 Tanah Grogot mencatat area terbakar paling luas. Dari konsesi seluas 15.336 hektare, area yang terbakar mencapai 531 hektare.

PT Puji Sampurna Lestari memiliki konsesi seluas 14.605 hektare dengan area terbakar 82,26 hektare. Sementara PT Diva Perdana Pesona memiliki konsesi 29.429 hektare dengan area terbakar 48,57 hektare.

Karhutla Kaltim Tembus 4.000 Hektare

Besarnya area yang terbakar membuat pemerintah memperketat penanganan karhutla di Kaltim. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut luas karhutla secara kumulatif telah menembus lebih dari 4.000 hektare.

Satgas gabungan terus mengejar titik-titik api. Lebih dari 700 hektare disebut berhasil dipadamkan dalam penanganan sebelumnya, sementara sekitar 300 hektare masih dalam proses pemadaman.

"Kemarin sekitar 700 hektare lebih berhasil dipadamkan oleh Satgas udara dan darat. Per hari ini, petugas sedang memadamkan sisa 300 hektare yang tersebar di seluruh Kaltim," kata Suharyanto.

Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki sebaran hotspot tinggi.

Pemerintah juga mengucurkan Bantuan Presiden (Banpres) untuk memperkuat operasi penanganan karhutla. Pemprov Kaltim mendapat Rp20 miliar, Kabupaten Berau Rp15 miliar, dan Kabupaten Kutai Kartanegara Rp10 miliar.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp45 miliar.

IKN Ikut Dikepung Karhutla

Kebakaran juga terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penanganan di wilayah tersebut menjadi prioritas setelah Presiden Prabowo Subianto meminta titik api di sekitar IKN segera dikendalikan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan total area terbakar di kawasan IKN mencapai 671 hektare. Sebanyak 460 hektare berada di Tahura Bukit Tengkorak dan 163 hektare di kawasan gambut Wonotirto.

Petugas kini melakukan pemadaman, pendinginan, dan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul.

Meski demikian, Basuki memastikan kebakaran belum mengancam kawasan inti pemerintahan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 20–30 kilometer dari pusat IKN.

"Jarak lokasi kebakaran sekitar 20–30 km dari pusat IKN, sehingga insyaallah tidak akan sampai ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seperti yang dikhawatirkan Bapak Presiden," ujarnya.

Ribuan personel dari OIKN, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api dikerahkan untuk menangani kebakaran.

Pemerintah juga menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan BNPB. OIKN turut memberikan pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) kepada 100 petani.

Setelah api dipastikan padam, seluruh kawasan yang terbakar di IKN akan direhabilitasi dan ditanami kembali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempertahankan konsep forest city sekaligus memastikan kebakaran hutan dan lahan tidak terus mengancam kawasan strategis di Kaltim.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut