Kabut Asap Makin Pekat di Tenggarong, Sekolah Terapkan PJJ
KUTAI KARTANEGARA, iNewsBalikpapan.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2026).
Memasuki hari kedua, kepungan asap terlihat di sejumlah titik pusat kota. Jarak pandang warga mulai terganggu, sementara aktivitas masyarakat tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang memburuk.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara, indeks standar pencemar udara (ISPU) tercatat mencapai 210,5.
Kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas warga. Sejumlah masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan mengeluhkan mata perih, pusing hingga napas terasa sesak.
Pantauan di kawasan Jalan KH Ahmad Muksin menunjukkan kabut asap cukup tebal. Pengendara masih melintas, sedangkan pedagang tetap membuka lapaknya di tengah kepungan asap.
Pedagang buah, Tasmin Nur, mengatakan kabut asap telah dirasakan selama hampir dua hari. Menurutnya, kondisi kali ini cukup parah hingga membuat napas tidak nyaman dan mata terasa pedih.
"Kondisi yang terparah dua hari ini," kata Tasmin.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Devi. Dia mengaku mengalami sesak napas, pusing, mata perih, serta gangguan jarak pandang akibat kabut asap yang semakin tebal.
"Nafas sesak, terus pusing juga, mata mulai perih dan pandangan juga mulai terganggu karena kabutnya tebal," ucap Devi.
Mengantisipasi dampak kabut asap, BPBD Kutai Kartanegara membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di pusat Kota Tenggarong.
Dampak kabut asap juga mulai merambah sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan selama kualitas udara terdampak kabut asap.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan kewenangan kepada masing-masing satuan pendidikan untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi di wilayahnya.
"Proses belajar mengajar silakan melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) karena Kukar ini sangat luas sehingga kebijakan PJJ ini tidak bisa kita ambil sentralistik di Tenggarong," ujar Aulia Rahman.
Dengan kebijakan tersebut, sekolah dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menerapkan PJJ apabila kondisi kabut asap semakin tebal.
Pemkab Kutai Kartanegara sebelumnya juga mengarahkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah menghindari paparan asap karhutla.
Warga diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap berada dalam kondisi pekat.
Editor: Mukmin Azis