Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tarif Listrik Juli–September 2026 Dipastikan Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Menteri Bahlil Akan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:27 WIB
  • author Mukmin Azis
Menteri Bahlil Akan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan gas dari Proyek Jangkrik North-East-6 (JNE#6) serta fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di lepas pantai Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (23/10/2026) siang.(Foto: Tangkapan Layar)

Beroperasinya proyek JNE#6

Penerimaan gas dari Proyek Jangkrik North-East-6 (JNE#6) serta fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub terintegrasi dengan fasilitas Floating Production Unit (FPU) Jangkrik dan dikembangkan melalui kerja sama perusahaan energi asal Italia, Eni, dengan perusahaan energi asal Malaysia, Petronas.

Beroperasinya proyek JNE#6 diharapkan menambah pasokan gas nasional dengan kapasitas produksi yang disebut mencapai 60 juta kaki kubik per hari. Sementara itu, pengembangan Lapangan Maha-South Hub juga ditargetkan memberikan tambahan produksi gas untuk memperkuat ketersediaan energi nasional.

Peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mengoptimalkan sumber daya alam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Di tengah peningkatan produksi itu, Bahlil menegaskan Indonesia tidak akan terus mengutamakan ekspor apabila kebutuhan energi di dalam negeri belum terpenuhi. Sumber daya alam nasional, menurut arah kebijakan pemerintah, harus terlebih dahulu dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan industri domestik.

Pemerintah juga membuka peluang mengevaluasi kontrak perdagangan gas yang masih berjalan, termasuk mempertimbangkan kembali kerja sama ekspor dengan negara mitra. Langkah ini dilakukan dengan memperhitungkan ketersediaan pasokan, kebutuhan domestik, serta kepentingan nasional.

Saat ini, Indonesia masih menjalankan perdagangan gas dengan sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia. Namun, pemerintah menegaskan kerja sama energi dengan negara lain harus dilandasi hubungan yang saling menghormati.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Pemerintah menargetkan swasembada energi pada 2029 melalui peningkatan produksi dalam negeri, optimalisasi sumber daya alam, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.

Dengan tambahan produksi dari Blok Jangkrik dan pengembangan Lapangan Maha di Kalimantan Timur, pemerintah berharap pasokan gas nasional semakin terjaga. Ancaman penghentian ekspor tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk menempatkan kebutuhan energi dalam negeri sebagai prioritas di tengah perdagangan energi regional.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut