PLN Percepat Pemulihan Listrik Kalimantan, Pembangkit 53 MW dan Tower Darurat Beroperasi di Berau
BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya pemulihan kelistrikan Kalimantan melalui penambahan kapasitas pembangkit sewa, percepatan pemulihan pembangkit eksisting, serta perbaikan infrastruktur transmisi. Hingga Jumat (30/10), kapasitas pembangkit sewa yang telah beroperasi meningkat dari sebelumnya 45 megawatt (MW) menjadi 53 MW. Secara bersamaan, dua tower darurat telah berhasil didirikan untuk mendukung percepatan pemulihan jaringan transmisi yang terdampak gangguan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Tambahan pasokan sebesar 53 MW tersebut berasal dari pembangkit sewa di Trisakti sebesar 20 MW dan Batulicin sebesar 33 MW. Pengoperasian kapasitas ini merupakan bagian dari program penguatan Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui penambahan pembangkit sewa dengan total kapasitas yang direncanakan mencapai 278 MW.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa seluruh langkah penanganan terus dilakukan secara paralel untuk meningkatkan kemampuan pasok sekaligus mempercepat pemulihan keandalan sistem kelistrikan.
“Penambahan kapasitas pembangkit sewa dari 45 MW menjadi 53 MW merupakan salah satu progres nyata dalam upaya penguatan pasokan listrik Kalimantan. Secara bersamaan, kami terus mendorong percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, sehingga kemampuan pasok dapat semakin meningkat dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik,” ujar Chaliq.
Secara keseluruhan, program penambahan pembangkit sewa sebesar 278 MW dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni Tahap I sebesar 158 MW dan Tahap II sebesar 120 MW. Pengoperasiannya dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan unit, mulai dari mobilisasi, instalasi, hingga pengujian teknis dan keselamatan operasi.
Selain menambah kapasitas pembangkit sewa, PLN bersama pengelola pembangkit terus mengupayakan percepatan pemulihan sejumlah unit pembangkit eksisting yang belum beroperasi secara optimal, di antaranya PLTGU Senipah, PLTU Indoeka, dan PLTU Asam Asam. Upaya tersebut juga mencakup koordinasi percepatan penyelesaian pemeliharaan PLTU GPK berkapasitas 100 MW agar dapat kembali mendukung pasokan listrik ke sistem.
Penanganan dilakukan sesuai kondisi teknis masing-masing unit, melalui pemeriksaan dan perbaikan peralatan, penyelesaian pekerjaan pemeliharaan, serta pengujian kesiapan operasi. PLN terus memperkuat koordinasi lintas entitas dan pengelola pembangkit agar proses pemulihan dapat berlangsung seoptimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan operasi.
Di sisi lain, percepatan pemulihan juga dilakukan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan di Kabupaten Berau yang mengalami gangguan akibat pohon tumbang pada 25 Oktober 2026. Gangguan tersebut berdampak pada penyaluran pasokan listrik menuju wilayah Berau dan sekitarnya.
Untuk mempercepat penanganan, PLN mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit dalam pembangunan Emergency Restoration System (ERS) sebagai infrastruktur transmisi sementara. Hingga saat ini, dua tower ERS telah berhasil didirikan dan pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan instalasi serta perlengkapan pendukung sebelum jaringan dapat kembali dioperasikan.
“Di Berau, lebih dari 100 personel gabungan terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi. Dua tower darurat kini telah berdiri dan pekerjaan memasuki tahapan lanjutan. Seluruh proses terus kami percepat dengan tetap memastikan kesiapan teknis dan keselamatan kerja agar jaringan dapat segera kembali berfungsi,” jelas Chaliq.
Chaliq menegaskan bahwa penguatan pasokan melalui pembangkit sewa, percepatan pemulihan pembangkit eksisting, dan perbaikan jaringan transmisi merupakan langkah yang terus dijalankan secara bersamaan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Kalimantan.
Meski berbagai upaya menunjukkan perkembangan positif, PLN menyadari bahwa kondisi pasokan listrik di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, pengaturan operasi secara terukur masih diperlukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara ketersediaan daya dan kebutuhan listrik, khususnya pada periode beban puncak.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memengaruhi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Seluruh tim terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik yang optimal,” tambah Chaliq.
PLN berkomitmen melanjutkan seluruh upaya pemulihan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan, keamanan sistem, dan kepentingan pelanggan. Perkembangan kondisi kelistrikan akan terus dievaluasi dan diinformasikan kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi PLN.
Editor: Mukmin Azis