Faisal menambahkan, mobil mewah tersebut masih berpelat nomor Jakarta dan proses balik nama BPKB dan STNK pun belum rampung. Dia memastikan kendaraan tersebut belum pernah digunakan di Kaltim.
Untuk sementara, operasional gubernur Rudy Mas'ud akan menggunakan kendaraan dinas yang tersedia. Meski dinilai kurang optimal untuk mobilitas tinggi, kendaraan tersebut masih layak digunakan.
"Pak Gubernur senang menyetir sendiri, terutama saat meninjau infrastruktur ke kabupaten/kota yang rutin dilakukan hampir setiap satu hingga dua minggu,” tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
