Hantavirus Merebak di Dunia, Calon Pandemi Baru setelah Covid-19?

Muhamad Sukardi
Hantavirus mulai merebak di sejumlah negara setelah ditemukan di sebuah kapal pesiar yang beroperasi di Antartika. (Foto: ilustrasi/Reuters)

Jenis kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa. Penyakit ini menyerang ginjal dan dapat memicu perdarahan, tekanan darah rendah, hingga gagal ginjal akut. Meski tingkat kematiannya cenderung lebih rendah dibanding HPS, tingkat keparahannya tetap bergantung pada jenis strain virus yang menginfeksi pasien.

Kasus yang kini menjadi sorotan dunia terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Laporan sementara menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan beberapa penumpang lainnya masih menjalani observasi medis. Otoritas kesehatan juga telah menemukan kasus positif di Swiss yang berkaitan dengan perjalanan kapal tersebut.

Penyelidikan lintas negara kini dilakukan karena para penumpang berasal dari berbagai wilayah dunia. Para ahli menduga wabah ini berkaitan dengan Andes Hantavirus, salah satu strain langka yang diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia, meski penularannya biasanya hanya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Berbeda dengan Covid-19, para ahli menilai risiko Hantavirus berkembang menjadi pandemi global masih relatif rendah. Sebagian besar strain virus ini tidak mudah menyebar dari manusia ke manusia sehingga penyebarannya cenderung lebih terbatas.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk mengatasi Hantavirus. Penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan intensif, pemberian oksigen, hingga penggunaan ventilator apabila pasien mengalami gagal napas. Oleh sebab itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko kontak dengan tikus maupun kotorannya. Area yang diduga terkontaminasi sebaiknya dibersihkan menggunakan cairan disinfektan dan tidak disapu dalam kondisi kering agar partikel virus tidak beterbangan di udara.

Editor : Abriandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network