BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk dalam kategori Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Penguatan tersebut dilakukan melalui Audit Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di Distribution Control Center (DCC) Server Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Kegiatan audit berlangsung selama tiga hari, yakni 19 hingga 21 Agustus 2026. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan sistem pengamanan pada infrastruktur strategis ketenagalistrikan berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
DCC Server SCADA Kaltimra memiliki fungsi penting dalam memantau serta mengendalikan sistem kelistrikan secara real time. Karena itu, pengamanan fasilitas tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari fasilitas fisik, infrastruktur pendukung, sistem, personel hingga lingkungan operasional.
Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., mengatakan audit menjadi salah satu upaya untuk memastikan penerapan sistem pengamanan Obvitnas berjalan sesuai standar.
“Objek Vital Nasional memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan mendukung pembangunan nasional. Karena itu, Sistem Manajemen Pengamanan perlu diterapkan secara konsisten sesuai standar yang berlaku. Melalui audit ini, Polri tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan pembinaan dan rekomendasi sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem pengamanan dalam menghadapi berbagai potensi risiko,” ujar Syahduddi.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri dan PLN diperlukan untuk menjaga keamanan infrastruktur strategis yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Sinergi Polri dan PLN menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan infrastruktur strategis nasional. Kolaborasi, evaluasi, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan semakin memperkuat sistem pengamanan sehingga mampu mendukung operasional ketenagalistrikan yang aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut audit tersebut menjadi kesempatan bagi PLN untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan sistem pengamanan di DCC Server SCADA Kaltimra.
“Bagi PLN, Sistem Manajemen Pengamanan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional dan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Karena itu, sistem pengamanan perlu dibangun secara terencana, terukur, terintegrasi, dan terus dievaluasi agar dapat merespons berbagai potensi risiko,” ujar Chaliq.
Sebelum audit bersama Baharkam Polri dilakukan, PLN UID Kaltimra telah menjalankan evaluasi internal untuk mengukur kesiapan penerapan SMP. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembinaan teknis bersama Baharkam Polri.
“Proses yang kami lakukan secara bertahap, mulai dari evaluasi internal, pembinaan teknis, hingga audit, merupakan bentuk komitmen PLN untuk memastikan penerapan sistem pengamanan terus berkembang dan memenuhi standar yang ditetapkan,” kata Chaliq.
Ia menilai masukan dari Polri menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan sistem pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan pembinaan dari jajaran Baharkam Polri. Setiap evaluasi dan rekomendasi yang diberikan menjadi masukan penting bagi PLN untuk melakukan perbaikan dan penguatan secara berkelanjutan. Dengan demikian, aspek pengamanan dapat terus berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan operasional sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Chaliq.
Melalui evaluasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkala, PLN UID Kaltimra dan Polri berupaya memastikan infrastruktur ketenagalistrikan strategis di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tetap aman serta mampu mendukung keberlangsungan layanan listrik bagi masyarakat.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
