Karhutla Kaltim Menurun, Mengapa Udara Samarinda Masih Tidak Sehat?

Abriandi
Penurunan luas areal kebakaran hutan dan lahan di Kaltim belum berdampak pada peningkatan kualitas udara. (foto: ilustrasi/AI)

SAMARINDA, iNewsBalikpapan.id  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengklaim luas areal kebakaran hutan dan lahan sepanjang Oktober turun drastis. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak pada peningkatan kualitas udara di Benua Etam.

Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano mengungkapkan, luas lahan yang terbakar pada Oktober 2026 turun menjadi 1.223 hektare.

Penurunan tersebut cukup signifikan mengingat luas areal karhutla pada Agustus dan September rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Salah satu pemicu menurunnya luas areal kebakaran hutan adalah hujan yang mulai turun di sejumlah daerah.

"Luas areal yang terbakar tersisa 1.223 hektare seiring dengan masuknya musim penghujan. Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober hujan mulai turun," jelasnya dilansir dari laman Pemprov Kaltim, Senin (19/10/2026).

Tidak hanya memadamkan api, hujan yang turun juga turut membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kaltim. Namun demikian, kualitas udara di beberapa daerah masih tergolong tidak sehat terutama di Kota Samarinda dan Kutai Barat.

Editor : Abriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network