TANJUNG REDEB, iNewsBalikpapan.id – Penerbangan di Bandara Kalimarau Berau kembali terganggu akibat kabut asap yang semakin pekat. Pesawat Batik Air dari Jakarta gagal mendarat akibat jarak pandang terbatas, Jumat (18/9/2026).
Pesawat dengan nomor penerbangan ID-6430 tersebut dijadwalkan mendarat sekitar pukul 08.15 WITA. Namun, karena jarang pandang terbatas, pesawat sempat melakukan holding menunggu cuaca memungkinkan untuk pendaratan.
Namun karena kabut asap pekat tidak kunjung hilang, penerbangan akhirnya dialihkan dan mendarat di Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Pada Jumat sore, penerbangan Batik Air dari Surabaya dengan nomor penerbangan ID-6346 juga sempat melakukan holding sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk mendarat.
Kepada Wakil Bupati Berau Gamalis yang memantau langsung kondisi penerbangan, Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri menjelaskan jika jarak pandang yang terus menurun membuat sejumlah pesawat harus menunggu di udara sebelum memastikan dapat mendarat di Berau.
Jarak pandang yang sebelumnya berada di kisaran 2.000 meter terus menurun, dari 1.800 meter hingga sekitar 1.500 meter. Kondisi ini membuat penerbangan harus menyesuaikan dengan perkembangan jarak pandang.
Sehari sebelumnya, kondisi yang lebih buruk juga terjadi di Bandara Kalimarau di mana jarak pandang turun drastis menjadi 1.500 meter akibat kabut asap.
Sejumlah penerbangan saat itu terpaksa dibatalkan di antaranya Wings Air rute Berau–Samarinda–Berau, Super Air Jet rute Balikpapan–Berau, serta Sriwijaya Air rute Ujung Pandang–Berau–Balikpapan.
"Satu penerbangan Wings Air rute Berau–Samarinda sempat diberangkatkan hari ini ketika jarak pandang berada di sekitar 2.000 meter. Namun, pesawat tersebut belum dapat kembali ke Berau karena jarak pandang kembali turun," ujar Patah.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
