Setya mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, asap yang terperangkap di atmosfer membutuhkan kondisi yang mendukung termasuk hujan dengan intensitas tinggi agar dapat berkurang atau hilang total.
"Kami mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak karena kondisi udara kita masih kurang sehat,” ujarnya.
Tresna menambahkan, Kabupaten Paser masih menjadi wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi disusul Penajam Paser Utara (PPU), termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.
Di Berau, tercatat penurunan kejadian karhutla yang cukup signifikan seiring dengan masuknya musim hujan di wilayah tersebut. Dia menegaskan, BPBD bersama unsur terkait tetap berupaya maksimal melakukan penanganan, meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
