Karhutla Kaltim Menurun, Mengapa Udara Samarinda Masih Tidak Sehat?

Abriandi
Penurunan luas areal kebakaran hutan dan lahan di Kaltim belum berdampak pada peningkatan kualitas udara. (foto: ilustrasi/AI)

Setya mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, asap yang terperangkap di atmosfer membutuhkan kondisi yang mendukung termasuk hujan dengan intensitas tinggi agar dapat berkurang atau hilang total.

"Kami mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak karena kondisi udara kita masih kurang sehat,” ujarnya.

Tresna menambahkan, Kabupaten Paser masih menjadi wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi disusul Penajam Paser Utara (PPU), termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.

Di Berau, tercatat penurunan kejadian karhutla yang cukup signifikan seiring dengan masuknya musim hujan di wilayah tersebut. Dia menegaskan, BPBD bersama unsur terkait tetap berupaya maksimal melakukan penanganan, meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan. 

Editor : Abriandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network