"Bagaimana dengan keluarga almarhumah? Di mana mereka sekarang?" tanya Isran.
Boinem menjelaskan bahwa almarhumah tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara keluarganya berada di Tenggarong. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak tahu pasti tentang keberadaan suami almarhumah, tetapi mendengar kabar bahwa suaminya berada di Kutai Timur.
Lebih lanjut, Boinem menjelaskan bahwa sejak Kamis, 3 Oktober 2024, almarhumah telah mengajukan izin untuk tidak mengajar karena sedang menyelesaikan tugas dari Balai Guru Penggerak (BPG).
"Beliau adalah guru di SMK Negeri 1 Kota Bangun, terakhir kali izin mengajar pada hari Kamis untuk menyelesaikan tugas PPG," tambahnya.
Setelah mendengar cerita lengkap tentang kepergian almarhumah, Isran Noor secara spontan mengajak warga yang hadir untuk membaca Surah Yasin bersama-sama di halaman rumah.
Dalam doanya, Isran mendoakan agar almarhumah husnul khotimah dan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda atas jasa-jasanya dalam mendidik generasi muda.
"Kita doakan semoga beliau husnul khotimah dan segala amal kebaikannya dilipatgandakan pahalanya. Almarhumah telah berjasa besar dalam mencerdaskan anak bangsa, semoga apa yang ia berikan selama hidupnya menjadi bekal yang mulia di sisi-Nya," ucap Isran dengan tulus.
Kehadiran Isran Noor dalam situasi duka tersebut bukan hanya menunjukkan empati pribadi, tetapi juga memperlihatkan kepedulian seorang pemimpin yang berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam suka dan duka.
Momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga setempat, di mana kepedulian terhadap sesama menjadi bukti nyata dari kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Editor : Mukmin Azis