Bareskrim Tangkap Oknum Polisi di Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda, Berperan sebagai Sniper
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar, Kota Samarinda kembali mengungkap keterlibatan oknum anggota Polri dalam peredaran narkotika di Kota Tepian.
Dalam penggerebekan tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap seorang oknum anggota Polri, Bripka Dedy Wiratama. Oknum tersebut berperan sebagai sniper atau pengawas.
Tugasnya mengawasi aktivitas penjualan narkoba serta pergerakan orang yang keluar masuk di Gang Langgar . Bripka Dedy menjadi salah satu dari 21 pengawas yang bertugas di kampung narkoba tersebut.
"Yang bersangkutan (Bripka Dedy Wiratama) sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada awak media, Senin (18/5/2026).
Tidak hanya terlibat dalam jaringan narkoba di Gang Langgar, Bripka Dedy juga juga terlibat kasus dugaan penyalahgunaan narkotika lainnya. Dari hasil pemeriksaan urine, dia diketahui positif mengonsumsi narkoba.
"Setelah proses kode etik profesi Polri selesai dilanjutkan dengan tindak pidana narkotika," ujarnya.
Dalam penggerebekan di Gang Langgar, total tersangka yang ditangkap sebanyak 13 orang. Sebanyak 11 di antaranya dihadiahi timah panas di bagian kaki oleh polisi.
Mereka adalah Firnandes alias Nando yang berperan sebagai bandar narkoba Gang Langgar. Nando merupakan anak dari bandar narkoba Andes alias H Endi yang kini bersatus buronan.
Nando juga bawahan dari buronan H Sudi. Dalam operasinya, Nando dibantu Ade Saputra alias Ayam Jago dan Tri Pamungkas sebagai penjual di loket, serta Hadi Saputra selaku kurir.
Polisi juga menangkap sejumlah sniper di antaranya Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin Alias Wiwin, Muhammad Ical Alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dores dan Idham Halid alias Idam.
“Loket penjualan narkoba di Gg Langgar sudah beroperasi selama 4 tahun, penjualan narkoba per hari mencapai 1000-1.200 klip kecil dengan harga Rp 150.000 per klip kecil,” tambah Eko.
Editor : Abriandi