Terancam Dipecat! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, 42 ASN dan 1.858 PPPK
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Sebanyak 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) terindikasi terlibat judi online berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 orang berstatus aparatur sipil negara (ASN), sementara 1.858 lainnya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos masih melakukan verifikasi terhadap data yang disampaikan PPATK tersebut.
“Sebagaimana data yang kami terima dari PPATK, 1.900 pegawai Kemensos yang terindikasi main judi online,” ujar Saifullah Yusuf kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Saifullah mengatakan Kemensos akan memastikan terlebih dahulu kebenaran data tersebut sebelum mengambil tindakan terhadap pegawai yang terindikasi terlibat judi online.
Menurutnya, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan pegawai yang tercantum dalam data PPATK benar-benar terlibat aktivitas judi online.
“Ini tentu menjadi keprihatinan kita semua yang diharapkan ke depan menjadi pembelajaran,” katanya.
Kemensos akan menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saifullah menegaskan pegawai yang nantinya terbukti terlibat judi online akan dikenai sanksi sesuai aturan.
Sanksi yang diberikan dapat bervariasi, mulai dari peringatan hingga pemberhentian, tergantung status kepegawaian dan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Peringatan, sampai nanti mungkin pemberhentian. Bagi P3K ada kemungkinan tidak akan kita lanjutkan kontraknya,” tandasnya.
Kemensos menegaskan penanganan terhadap pegawai yang terbukti terlibat judi online akan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan ketentuan disiplin yang berlaku.
Langkah tersebut diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus upaya menjaga integritas aparatur di lingkungan Kemensos.
Editor : Mukmin Azis