RUVision, Ketika CCTV Tak Lagi Sekadar Melihat, tetapi Menjaga Nyawa di Kilang Pertamina
BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id- Dirancang untuk meningkatkan keselamatan kerja di area kilang, PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan menerapkan sistem kamera pengawas atau CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI). Berbeda dengan CCTV pada umumnya, teknologi ini memiliki beragam fitur canggih, salah satunya Human Detection yang mampu mendeteksi perilaku pekerja di area kilang. Mereka menyebutnya teknologi RUVision, salah satu inovasi penting yang dikembangkan untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan kilang.
Teknologi AI ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2025. Inovasinya sederhana, yakni memanfaatkan ratusan CCTV yang telah beroperasi di area kilang lalu menyulapnya menjadi kamera pengawas yang lebih cerdas.
Belakangan diketahui, inovasi RUVISION ternyata merupakan hasil karya Perwira PT KPI yang melakukan riset, uji coba, hingga akhirnya mengembangkan teknologi AI sebagai sistem yang mampu menjawab tantangan keselamatan kerja di lingkungan kilang.
Senior Analyst 1 Workstream Refinery Loss PT Patra Niaga RU 5 Balikpapan, Fromesa Wisnu Tri Pamungkas menjelaskan, sejak dioperasikan hingga saat ini sudah ada 300 CCTV di kilang Balikpapan dan 20 CCTV di PPU telah dibekali Ai. Dimana saat ini sudah ada total 877 CCTV di sekitar kawasan kilang di Balikpapan di tambah 20 CCTV di kilang Penajam Paser Utara.
“Tentunya akan terus kita kembangkan ke depan, baik dari sisi jumlah dan kemampuannya,” katanya.
RU Vision sendiri tidak hanya mampu mendeteksi asap dan api di kilang, kemampuan cukup mutakhir. Kamera mampu mendeteksi kemiringan bangunan, mendeteksi tekanan gas, mendeteksi laju kendaraan di dalam area kilang, mendeteksi pekerja yang tidak menggunakan kelengkapan keselamatan kerja hingga mampu mendeteksi kebocoran bahan berbahaya.
“Yah ke depan akan terus dikembangkan, yang pasti dari inovasi para para perwira KPI kini menjadi proyek pengembangan CCTV AI yang sudah diterapkan di seluruh Pertamina Refinery Unit di seluruh Indonesia,” bebernya.
Editor: Mukmin Azis