Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di berbagai instrumen, mulai dari pasar Non-Deliverable Forward (NDF), spot, Domestic NDF (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Bank sentral juga menjaga daya tarik instrumen rupiah seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta memperkuat komunikasi agar pelemahan rupiah tetap terkendali.
Ibrahim memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.400 per dolar AS.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
