Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.346 per Dolar AS, Tekanan Global dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Anggie Ariesta
Rupiah ditutup melemah 20 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.346 per dolar AS pada perdagangan hari ini. (Foto: iNews.id)

Selain faktor geopolitik, sentimen juga datang dari kebijakan moneter AS. Ketua The Fed Jerome Powell menyebut independensi bank sentral berada dalam risiko di tengah dinamika politik, sementara nama Kevin Warsh mulai mencuat sebagai pengganti.

Dari dalam negeri, tekanan juga datang dari lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent tercatat mencapai 122 dolar AS per barel, sementara WTI menyentuh 108 dolar AS per barel.

Kondisi ini meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor minyak sekitar 1,5 juta barel per hari. Ibrahim memperkirakan kenaikan harga minyak berpotensi membebani neraca transaksi berjalan dan fiskal pemerintah.

"Tingginya harga minyak diproyeksikan dapat menambah tekanan neraca transaksi berjalan dan menggerus ketahanan fiskal. Beban subsidi akibat kenaikan harga minyak juga diestimasikan bakal menekan APBN 2026," ungkapnya.

Dalam asumsi APBN, harga minyak ditetapkan sekitar 70 dolar AS per barel. Dengan harga saat ini yang menembus 120 dolar AS, setiap kenaikan 1 dolar AS diperkirakan menambah beban subsidi energi hingga Rp10 triliun–Rp13 triliun per tahun.

Tekanan juga diperparah oleh kebijakan MSCI yang menahan aliran dana asing, sehingga berpotensi memicu capital outflow hingga Rp15 triliun.

Editor : Mukmin Azis

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network