Sementara di pasar global, Dolar Australia terkoreksi 0,47 persen dan Poundsterling Inggris turun 0,28 persen terhadap dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu penguatan indeks dolar AS di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat dan China, termasuk hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
Meski muncul optimisme terkait hubungan dagang kedua negara, investor masih cenderung berhati-hati karena belum ada pernyataan resmi dari hasil pembicaraan tersebut.
Selain faktor AS-China, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut membebani pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
