Purbaya mencontohkan Amerika Serikat yang memiliki rasio utangmenembus angka 100 persen, Singapura sebesar 175 persen, Jepang yang menyentuh level 275 persen, serta Jerman yang berada di kisaran 60-an persen.
"Jadi kalau melihat kondisi keamanan fiskal suatu negara ya harus datang dengan acuan-acuan yang pas," ujarnya.
Kondisi ketahanan fiskal yang kuat ini dinilai terbukti secara empiris lewat keputusan lembaga pemeringkat kredit internasional, S&P, yang secara resmi mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan prospek (outlook) yang stabil.
Purbaya menilai pengakuan dari lembaga independen dunia tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pengelolaan anggaran belanja negara yang dijalankan pemerintah sudah berada di jalur yang benar.
"Kalau kita dianggap tidak mampu pasti udah 'unstable' atau 'negatif' atau mungkin udah downgrade (rating-nya)," tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
