Water bombing menurutnya dapat menjadi solusi untuk menangani titik-titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan dan tidak dapat dijangkau unit pemadam.
"Kalau kita masuk ke dalam hutan tidak terjangkau dengan unit-unit yang terbatas. Tapi kalau ada water bombing, semua kawasan bisa disiram dari atas," ujarnya.
Sambil menunggu dukungan tersebut, penanganan di lapangan tetap dilakukan dengan mengerahkan personel serta kendaraan yang tersedia. Namun, jumlah personel yang banyak tidak akan cukup apabila tidak dibarengi dengan ketersediaan kendaraan dan air yang memadai.
“Bagaimanapun banyaknya anggota, kalau tidak ada unit dan air, akan sangat susah juga. Kasihan tim, ketika air terbatas mereka hanya menunggu air datang,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan sumber air dalam jangka lebih panjang, Pemkab Berau juga mulai mencari lokasi yang memungkinkan untuk dibuat sumur bor di sekitar kawasan karhutla.
Keberadaan sumur bor di dekat titik kebakaran diharapkan dapat memangkas waktu pengambilan air. Dengan begitu, petugas tidak perlu terlalu lama meninggalkan lokasi hanya untuk melakukan pengisian ulang.
“Kita sudah perintahkan untuk mencari titik sumur bor. Kalau sudah ada titiknya, langsung kita bangun,” pungkasnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
