Pagi Buta Titip Handphone ke Adik, Pemuda di Palaran Ditemukan Tewas Gantung Diri
SAMARINDA, iNewsBalikpapan.id - Warga Palaran, Kota Samarinda digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda dalam posisi tergantung di Jalan Sumur Pitu, Kamis (14/5/2026) sekira pukul 08.00 WITA.
Saat ditemukan, korban Akhmad Setiawan Efendi Bin (23) tergantung seutas tali yang terikat pada kaso atap di bagian belakang rumah.
Korban pertama kali ditemukan Budi Santoso (45) warga setempat saat sedang menyemprot rumput di samping kanan rumah korban.
"Saksi menemukan korban dalam kondisi tergantung di kerangka atap belakang rumah dan segera menghubungi Ketua RT untuk diteruskan ke Polsek Palaran," Kapolsek Palaran, Kompol Iswanto.
Personel Polsek Palaran yang tiba sekitar pukul 09.00 WITA langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan.
Tim Inafis Polresta Samarinda yang tiba langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD AW Sjahrani Samarinda untuk pemeriksaan medis.
Kapolsek mengatakan, berdasarkan keterangan adik korban, Febi Safitri (19)korban membangunkannya sekitar pukul 04.00 WITA untuk menitipkan handphone ayahnya.
Korban juga berpesan kepada adiknya agar menjaga sang ayah. Setelah itu korban keluar rumah.
"Adik korban sempat mendengar suara berisik dari belakang rumah, namun tidak langsung mengecek ke lokasi," ujarnya.
Hingga pagi hari korban belum terlihat di rumah. Sekitar pukul 08.00 WITA, keluarga baru mendapat kabar dari Budi Santoso bahwa Akhmad Setiawan ditemukan gantung diri di belakang rumahnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penemuan jenazah tersebut dengan meminta keterangan para saksi termasuk motif dibalik aksi bunuh diri tersebut.
Disclaimer:
Konten ini membahas topik yang berkaitan dengan bunuh diri dan gantung diri, yang mungkin dapat memicu trauma (sensitif) bagi sebagian pembaca. Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Segera cari bantuan profesional apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami dorongan atau tekanan mental.
Editor : Abriandi