Kabut Asap Makin Pekat di Tenggarong, Sekolah Terapkan PJJ
Pantauan di kawasan Jalan KH Ahmad Muksin menunjukkan kabut asap cukup tebal. Pengendara masih melintas, sedangkan pedagang tetap membuka lapaknya di tengah kepungan asap.
Pedagang buah, Tasmin Nur, mengatakan kabut asap telah dirasakan selama hampir dua hari. Menurutnya, kondisi kali ini cukup parah hingga membuat napas tidak nyaman dan mata terasa pedih.
"Kondisi yang terparah dua hari ini," kata Tasmin.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Devi. Dia mengaku mengalami sesak napas, pusing, mata perih, serta gangguan jarak pandang akibat kabut asap yang semakin tebal.
"Nafas sesak, terus pusing juga, mata mulai perih dan pandangan juga mulai terganggu karena kabutnya tebal," ucap Devi.
Mengantisipasi dampak kabut asap, BPBD Kutai Kartanegara membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di pusat Kota Tenggarong.
Dampak kabut asap juga mulai merambah sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan selama kualitas udara terdampak kabut asap.
Editor: Mukmin Azis