MAGETAN, iNewsBalikpapan.id - Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) Serda Ahmad Muzammil Farisa (22) meninggal dunia di mes Mabes TNI AU, pada Kamis (10/9/2026).
Namun, kematiannya diduga janggal lantaran pada tubuh bintara psikologi Mabes TNI AU itu ditemukan sejumlah luka lebam. Mulai dari bekas benturan di dagu hingga lebam di dada.
Ayah Serda Ahmad Muzammil, Toni Eko Prasetyo mengungkapkan adanya luka pada tubuh putranya. Dia menemukan luka benturan pada bagian dagu dan lebam di dada yang menurutnya seperti bekas pukulan.
"Lukanya di dagu ada benturan kemudian lebam di dada seperti bekas pukulan," ungkapnya, Sabtu (12/9/2026).
Dia menceritakan, keluarga awalnya menerima informasi jika Serda Ahmad Muzammil meninggal akibat kecelakaan pada Kamis (10/9/2026) pagi. Namun, informasi belakangan menyebut korban diduga dianiaya hingga tewas.
Informasi itu menyebut jika anak pertamanya tersebut dianiaya di mes Mabes TNI AU pada Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 WIB dan berlanjut hingga Kamis (10/9/2026) pukul 01.00 WIB.
"Pelaku penganiayaan empat orang. Saya terima informasi kejadiannya di mes jam 11 malam. Sempat berhenti lanjut jam 1 dini hari," ujarnya,
Jenazah Serda Ahmad Muzammil juga sempat menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta sebelumnya akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026) dini hari.
Namun, hingga kini pihak keluarga mengaku belum menerima laporan resmi hasil autopsi maupun pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kematian Serda Ahmad Muzammil.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
