Brigjen Suhermanto menjelaskan, Slamet diduga berperan penting dalam kasus penyadapan ilegal di Istana. Dia memberikan izin sekaligus menyetujui penghapusan rekaman hasil penyadapan.
"Peran yang bersangkutan sangat krusial, di mana setiap pelaksanaan provisioning atau penyadapan oleh Kabakmon saat ini, yakni tersangka EH dan AS, harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Saudara SU," ungkapnya.
Selain itu, sebelum mengapus rekaman, tersangka Irjen AS lebih dahulu meminta persetujuan Irjen Slamet. Dia kemudian diduga menyetujui permintaan itu.
"Awal Oktober 2026, tersangka AS meminta izin kepada SU untuk menghapus hasil penyadapan dan memberikan persetujuan (meng-ACC) untuk melakukan penghapusan terhadap file-file hasil penyadapan yang ada selama ini," tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
