Tunggul menjelaskan, ITS Giuseppe Garibaldi nantinya akan difungsikan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam penanganan bencana dan kemanusiaan.
Selain itu, kehadiran kapal tersebut mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan berbasis teknologi tinggi untuk menjawab tantangan keamanan maritim.
"Kehadiran ITS Giuseppe Garibaldi merupakan langkah maju TNI dalam memperkuat dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia," tambahnya.
ITS Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter dan draft 6,7 meter. Kapal itu menggunakan sistem pendorong empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 yang menghasilkan daya hingga 81.000 tenaga kuda dan kecepatan maksimal 30 knot.
Kapal yang nantinya diberi nama KRI Sriwijaya ini memiliki kemampuan jelajah hingga 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot. Giuseppe Garibaldi mampu membawa 10 hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat, drone, serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
