get app
inews
Aa Text
Read Next : Pabrik Narkoba Jaringan Iran Digerebek di Jakarta Utara, Barang Bukti 13 Kilogram Sabu Disita

Bak Operasi Militer, Jaringan Kampung Narkoba Samarinda Pakai 21 Sniper Ber-HT dan Sistem Loket

Senin, 18 Mei 2026 | 11:21 WIB
header img
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar taktik luar biasa dari jaringan peredaran narkotika di sebuah kampung narkoba, Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Foto: Ist

SAMARINDA, iNewsBalikpapan.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar taktik luar biasa dari jaringan peredaran narkotika di sebuah kampung narkoba, Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Bisnis haram ini diketahui berjalan sangat terstruktur dan terorganisasi rapi selama empat tahun terakhir.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa sindikat ini mempekerjakan mata-mata lapangan yang mereka sebut sebagai "Sniper" atau pengawas.

"Tersangka yang berperan sebagai Sniper berada di depan minimarket AlfaMart. Dia akan memberikan kode 'masuk masuk' menggunakan gerakan tangan secara tersirat," ujar Eko dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Tidak main-main, polisi menemukan ada 21 Sniper yang disebar di sepanjang jalan menuju lapak utama di Blok F. Seluruh pengawas ini saling terhubung menggunakan Handy Talky (HT) untuk memantau situasi sekaligus menuntun para pembeli.

Sistem pengamanan kampung narkoba ini terbilang sangat ketat. Saat pembeli tiba di perempatan Blok F, Sniper mewajibkan hanya satu orang saja yang boleh berkendara masuk ke area loket.

"Apabila berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F dalam pengawasan para Sniper," tambah Eko.

Begitu tiba di loket Blok F, pembeli tinggal menyerahkan uang sesuai paket yang diinginkan. Untuk satu klip kecil sabu, sindikat ini mematok harga Rp150 ribu dan berlaku kelipatannya. Omzet kampung narkoba ini disinyalir sangat fantastis, karena dalam sehari mereka mampu menjual 1.000 hingga 1.200 klip sabu.

Belasan Tersangka Ditangkap, Oknum Polisi Buron

Dalam pengungkapan besar ini, petugas berhasil mengamankan 13 orang tersangka. Pemimpin lapak di Gang Langgar diketahui bernama Firnandes alias Nando. Ia merupakan anak dari bandar lama bernama Andes alias H. Endi, sekaligus kaki tangan dari penyuplai besar bernama H. Sudi.

Nando mengoperasikan loket ini dibantu oleh Ade Saputra alias Ayam Jago dan Tri Pamungkas sebagai penjual loket, serta Hadi Saputra sebagai kurir. Selain itu, polisi juga menciduk 7 orang yang bertindak sebagai Sniper, yakni Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin, Muhammad Ical, Mustafa, Kamarudin, dan Idham Halid.

Meski demikian, perburuan polisi belum usai. Saat ini, penyidik masih mengejar empat orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah Andes alias H. Endi (pemilik lama), H. Andi Sudi (penyuplai barang), Malik, serta seorang oknum anggota Polri bernama Bripka Dedy Wiratama yang diduga kuat membelot menjadi salah satu Sniper pengawas jaringan ini.

"Kami membawa para tersangka dan barang bukti ke kantor Direktorat Narkoba Mabes Polri, serta menerbitkan DPO untuk para pelaku yang buron," pungkas Eko.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut